Jangan Di Klik Link Dibawah

Home » » ANTISIPASI DINI BAHAYA HIV/AIDS

ANTISIPASI DINI BAHAYA HIV/AIDS


Siswa  bagian dari remaja yang harus diselamatkan . secara umum  siswa memiliki emosi yang bergelora, meledak0ledak dan mudah terkena godaan/rayuan oleh lingkungannya. Menyadari hal ini, pemahaman pengetahuan , keluasaan pandangan tentang sesuatu harus mendalam sehingga benar-benar  terhayati dalam hidupnya dan bila hal tersebut tidak baik siswa dapat menghindarinya.
Pengenalan aneka jenis penyakit , lebih-lebih yang bersinggungan dengan akibat kehidupan pergaulan bebas pantas diberikan kepada remaja dan lebih khususu lagi pada siswi-siswi di bangku sekolah . SAlah satu penyakit berbahaya yang perlu disosialisasikan  pada pada siswa yakni AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) atau sindrom kurangnya daya tahan tubuh terhadap penyakit.
AIDS disebabkan oleh Virus yang dikenal dengan nama HIV (Human Immunodeficency Virus) . HIV menyerang dan melemahkan system pertahanan badan manusia . Virus ini membutuhkan waktu untuk menyebabkan  sondrom AIDS yang mematikan dan sangat berbahaya. Penyakit ini ditandai melemah atau menghilangnya  sisitem kekebalan tubuh yang tadinya dimiliki , karena sel darah putih dirusak oleh virus HIV. Virus ini dapat ditularkan dari seseorang ke porang lain melalui berbagai cara diantaranya.
Pertama, melalui hubungan sex.
Hubungan sex penetrative tanpa menggunakan kondom sehingga memungkinkan tercampurnya sperma dengan cairan vagina atau tercampurnya sperma dengan darah karena hubungan sex lewat anus. Ada pula perilaku beresiko pada kelompok laki-laki yang menyukai sesame jenis
Kedua ,  pemakaina jarum suntik,
Semprol dan peralatan suntik lainya indik atau tattoo. Penggunaan jarum suntik yang sudah tercemar HIV dan di pakai bergantian tanpa di seterilkan terlebih dahulu. Hal ini biasanya terjadi dikalangan pengguna narkotika suntikan. Meskipun demikian , pemakaian jarum suntik  di dalam penyuntikan obat, imunisasi , tato tindik yang telah terkena virus HIV juga dapat menjadi media penuklar.
Ketiga, melalui air susu ibu (ASI)
Penularan ini dimungkinkan dari seorang ibu hamil ynag terjangkit HIV positif dan melahirkan lewat vagina, kemudian menyusuinya dengan ASI, Kemungkinan penularan  dari ibu ke bayi ini berkisar hingga 30 persen, artinya setiap dari 10 kehamilan  dari ibu HIV positif kemungkinan ada tiga bayi yang lahir dengan HIV positif,
Keempat, tranfusi dara darah atau produk darah. Melalui tranfusi darah/produk darah yang sudah tercemar  HIV kemudian ditranfusikan  pada orang lain maka orang tersebut akan tertular virus HIV tersebut. Terkait dengan halk ini maka tranfusi darah , khususunya pendonor darah harus benar-benar sehat dan terbebas dari virus yang mematikan ini.
AIDS tidak mungkin ditularkan melalui makan dan minum bersama atau  pemakaian alat makan dan minum. Pemakaian fasilitas umum seperti WC umum, telepon umum atau kolam renang, senggolan dengan penderita mjkuga tidak akan menularkan virus yang sangat berbahaya ini. Terkait dengan virus yang konon  belum ada obat pembasminya ini ,pencegahanya. Cara pencegahan antara lain,gunakan jarum suntik yang seteril  dan lkewaspadaan mengenai sex  aman dan tidak berganti-ganti  pasangan . Bila ibu hamil dalam keadaan HIV positif  sebaiknya  di beritahu tentang semua resiko dan kemungkinan  yang akan terjadi pada bayinya sehingga keputusan untuk menyusui bayi dengan ASI sendiri bisa dipertimbangkan , Semua alat yang menembut kuklit darah termasuk pisau cukur jangan bergantian antara satu orang dengan orang lain. Apalagi orang tersebut telah di ketahui menderita AIDS.
Secara umum tanda-tanda utama yang terlihat pada seorang yang sudah sampai tahapan AIDS antara lain, berat badan menurun lebih dari 10 persen dalam waktu yang singkat , demam tinggi berkepanjangan (lebih dari satu bulan), dan diare berkepanjangan pula. Gejala-gejala tambahan antara lain , batuk berkepanjangan (lebih dari satu bulan0, kelaian kulit dan iritasi serta gatal-gatal, infeksi jamur pada mulut dan kerongkongan , pembengkakan kelenjar getah bening di seluruh tubuh, seperti di bawah telinga, leher dan lipatan paha.
Menyimak akibat fatal  bagi pengidap HIV/AIDS maka seluruh komponen masyarakat lebih-lebih generasi muda, khususnya siswa wajib mendapat pemahaman akan bahayanya  virus HIV ini. Pengetahuan yang mendalam serta tekat kuat untuk menghindari cara-cara penularan di atas seorang siswa akan terbebas  ancaman virus maut tersebut.
Siswa –siswi  merupakan asset bangsa yang harus diselamatkan . Bila para siswa telah terkena polusi virus ini , harapan masa depannya benar-benar pudar. Tetapan hari esoknya akan suram  dan penuh masalah, Dari dasar ini , maka peran guru dan lebih – lebih orang tua siswa tidak ringan. Anak butuk kasih saying dan perhatian . pemenuhan kebutuhan materi yang melimpah belum menjamin siswa atau remaja secara luas akan terbebas dengan ancaman virus bahaya tersebut.
Negara – Negara muslim yang selama ini dianggap terlindung dari HIV/AIDS karena terkait dengan norma- norma agama dan budaya, sedang menghadapi ancaman yang meningkat . di samping fakta meningkatnya epidemic.respon umum dari para penular HIV adalah memfokuskan pada penyebarluasan penghindaran diri dari narkoba yang terlarang dan praktikseksual.
Seksualitas dianggap sebagai masalah pribadi merupakan topic yang tabu untuk didiskusikan . pengurangan dampak buruk atau ham reduction yang bersifat pragmatis untuk pencegahan  HIV kurang dimanfaatkan , Stigma social yang melekat pada HIV/AIDS lebih menonjol dalam masyarakat  muslim. Stigma ini mencegah  mereka yang beresiko untuk berani mengikuti konseling.  Testing dan pengobatan karena akan mengngkapkan (disclosure) perilaku mereka yang beresiko , tujuan dari tulisan ini adalah mendefinisikan  luasnya  masalah HIV/AIDS di Negara – negara  muslim ,  menyarikan  tantangan-tantangan  utama pencegahan dan pengobatan HIV/AIDS, dan mendiskusikan kharm reduction dengan pendekatan budaya sebagai sebuah strategi untuk mencegah  menyebarnya  penyakit. Rekpomendasi mencakup pengintegrasian strategi pencegahan dan pengobatan HIV dalam kerangka social, budaya dan agama yang ada , bekerja sama dengan pemimpin agama sebagai mitra utama, dan persyaratan sumberdaya dan infrastruktur kesehatan yang memadahi untuk program pencegahan dan pengobatan HIV di Negara- Negara muslim.
Penanaman iman dan contoh perbuatan mulia dari guru dan orangtua merupakan modal yang paling mendasar bagi anak-anak bangsa . Bila generasi mudanya cerdas-cerdas dan berp[erilaku mulia akan mencerminkan harapan cerah bagi bangsa ini di masa depanya dari lingkungan sekolah, para siswa memang wajib tahu dan paham akan bahaya HIV/AIDS secara lengkap.


 
DUNIA ILMU :Jendela Informasi Dunia
Copyright © 2014. DUNIA ILMU - All Rights Reserved