Jangan Di Klik Link Dibawah

Home » , , , , » Mengapa Nyamuk Mehisap Darah?

Mengapa Nyamuk Mehisap Darah?


 
Lagi-lagi soal nyamuk, teman tidur yang sangat tidak bersahabat, apalagi bagi orang yang tinggal dan serumah dengan nyamuk. Bahkan sebagian orang memelihara dan beternak nyamuk secara tidak sengaja. Kok, musuh di diternakin?

Nyamuk selain mengganggu kenyamanan tidur, juga sangat berbahaya karena nyamuk bisa sebagai vector (penghantar) bebagai macam jenis penyakit. Mungkin kita sudah tahu jenis-jenis penyakit yang bisa di sebarkan oleh nyamuk ini, seperti malaria, demam berdarah, kaki gajah dan penyakit-penyakit lainnya yang disebarkan oleh nyamuk melalui gigitannya.
Tetapi perlu diingat bahwa, tidak semua nyamuk itu menggigit manusia (dalam artian minum darah manusia Kok kayak drakula ya?). jadi kalau begini, tidak semua nyamuk juga mengganggu manusia. Jadi jangan mengeneralisasikan bahwa semua nyamuk itu menggangu dan menggigit, karena ternyata hanya sebagian saja.
Sama dengan manusia, nyamuk juga ada yang jantan dan ada pula yang betina. Sebenarnya untuk membedakan keduanya sangatlah mudah. Ternyata, hanya nyamuk betinalah yang menggigit dan menghisap darah. Nyamuk jantan tidak doyan dengan darah manusia. Nyamuk jantan biasanya mencari makan melalui serat-serat pohon.
Mengapa nyamuk betina menggigit dan menghisap darah? Sebenarnya, makanan utama nyamuk, baik jantan maupun betina, bukanlah darah, tetapi serat-serat tumbuhan. Nyamuk betina menggigit manusia bukan karena sebagai makanan, tetapi hanya untuk memberikan protein bagi telur-telurnya. Jadi darah bagi nyamuk bukan sebagai makanan, tetapi darah diperuntukkan bagi telur-telurnya untuk bisa berkembang. Manusiawi bukan? Bahkan dari gigitan nyamuk betina, tersimpan sikap kepahlawanan, “rela mati demi anak dan keturunannya”. Jadi gak ada salahnya jika ada sebagian dari kita rela digigit dan beternak nyamuk dirumahnya.
Terus bagaimana  cara membedakan nyamuk jantan dan nyamuk betina? Baca di artikel selanjutnya disini…!!!

 
DUNIA ILMU :Jendela Informasi Dunia
Copyright © 2014. DUNIA ILMU - All Rights Reserved